Denpasar_Fenomena terbentuknya kelompok-kelompok pertemanan di lingkungan sekolah menjadi perhatian setelah sejumlah kelompok mulai menunjukkan perilaku yang mengarah pada kekerasan dan aksi premanisme. Kelompok yang pada awalnya terbentuk karena kesamaan hobi dan pertemanan tersebut mulai terlibat dalam perselisihan dengan kelompok lain
Pada awalnya, keberadaan kelompok pertemanan di sekolah merupakan hal yang wajar. Siswa biasanya berkumpul berdasarkan kesamaan minat, seperti olahraga, permainan, musik, atau sekadar karena memiliki hubungan pertemanan yang dekat.
Namun, kondisi berubah ketika identitas kelompok menjadi semakin kuat. Perselisihan kecil antaranggota dapat berkembang menjadi konflik antarkelompok. Saling mengejek, menantang, dan membela anggota kelompok masing-masing membuat masalah yang awalnya bersifat pribadi berubah menjadi konflik yang melibatkan banyak siswa.
Dalam beberapa kasus, kelompok tertentu bahkan mulai melakukan tindakan intimidasi terhadap siswa lain. Bentuknya dapat berupa mengancam, memaksa, meminta uang atau barang, serta menggunakan jumlah anggota kelompok untuk membuat siswa lain merasa takut.
Perilaku tersebut mendapat perhatian serius karena dapat mengganggu rasa aman di lingkungan sekolah. Siswa yang tidak terlibat dalam konflik pun dapat merasa khawatir ketika berada di tempat-tempat yang dianggap sebagai wilayah kelompok tertentu.
Pihak sekolah diharapkan tidak hanya memberikan hukuman berupa teguran saja, namun bisa juga dengan pemberian surat peringatan dan skorsing kepada pelanggar. Di sisi lain sekolah juga harus tetap melakukan pencegahan dengan mencari akar permasalahan. Pengawasan di lingkungan sekolah, komunikasi dengan siswa dan orang tua, serta kegiatan yang mempertemukan berbagai kelompok pertemanan dapat membantu mencegah konflik berkembang menjadi kekerasan
Para siswa juga diimbau untuk tidak ikut terlibat hanya karena ingin membela kelompok. Persahabatan dan solidaritas seharusnya digunakan untuk saling membantu, bukan untuk mengintimidasi atau menyakiti orang lain.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kelompok pertemanan tidak selalu menjadi masalah. Yang menjadi persoalan adalah ketika rasa kebersamaan berubah menjadi permusuhan, tekanan terhadap anggota, dan tindakan yang merugikan siswa lain. Lingkungan sekolah yang aman membutuhkan kerja sama antara siswa, guru, sekolah, dan orang tua agar konflik dapat diselesaikan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
SMP Tunas Harapan Jaya meluncurkan program SIPANDU THJ (sistem informasi pengaduan Terpadu) pada tahun 2026. Progaram ini dibuat untuk membantu warga sekolah melaporkan berbagai permasalahan yang terjadi di lingkungan sekolah. Melalui SIPANDU THJ, siswa dapat melaporkan kejadian seperti perundungan (bullying), kekerasan seksual, intolerasi, pemasalahan dan proses pembelajaran, dan pelayanan sekolah. Pelaporan dapat dilakukan dengan memindai kode QR, mengisi data, lalu menuliskan laporan dikirim, pihak sekolah akan melakukan verifikasi dan investigasi. Selanjutnya, laporan akan ditindaklanjuti oleh sekolah, guru BK dan pihak terkait. Dengan adanya SIPANDU THJ, siswa diharapakan berani berbicara dan tidak takut melaporkan pemasalahan. Program ini menjadi salah satu upaya SMP Tunas Harapan Jaya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Denpasar_Penggunaan game online seperti Roblox, free fire, mobile legends semakin populer di kalangan anak-anak dan remaja. Game tersebut dapat memberikan hiburan, melatih strategi, kerja sama, dan kemampuan berpikir. Namun, penggunaan internet dalam game juga memiliki beberapa risiko. Salah satu risiko yang perlu diperhatikan adalah munculnya konten yang tidak sesuai untuk usia anak dan remaja, termasuk pornografi. Konten tersebut dapat muncul melalui percakapan, tautan, gambar, atau akun yang tidak di kenal. Jika tidak berhati-hati, pemain dapat terpapar konten yang seharusnya tidak mereka lihat.untuk mencegah hal tersebut, anak dan remaja sebaiknya tidak membuka tautan mencurigakan, tidak berkomunikasi secara pribadi dengan orang asing, serta menggunakan fitur keamanan dan pelaporan yang tersedia.orang tua dan guru juga memberikan edukasi tentang penggunaan internet yang aman dan bertanggung jawab. Dengan menggunakan game secara bijak, menjaga privasi,dan menghindari konten yang tidak sesuai usia,bermain roblox, free fire, dan mobile legends dapat tetap menjadi kegiatan yang menyenangkan dan positif. Selain itu, orang tua juga sebaiknya mendampingi anak saat bermain game dan mengajarkan cara menggunakan internet dengan aman. Dengan pengawasan dan pengetahuan yang cukup, risiko melihat konten yang tidak pantas dapat di kurangi.
SMP Tunas Harapan Jaya – Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di halaman SMP Tunas Harapan Jaya. Para siswa antusias mengikuti berbagai perlombaan yang digelar untuk memeriahkan peringatan 17 Agustus. Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kerja sama, kreativitas, keberanian, dan sportivitas di kalangan siswa.
Berbagai lomba berlangsung meriah, mulai dari tarik tambang, estafet, sambung gerak, menghias kelas, hingga pertandingan Free Fire. Sejak kegiatan dimulai, para siswa tampak bersemangat memberikan dukungan kepada teman-teman mereka. Sorak-sorai dan tepuk tangan terdengar di sekitar halaman sekolah, membuat suasana perayaan semakin semarak.
Salah satu perlombaan yang paling menarik perhatian adalah tarik tambang. Para peserta berusaha sekuat tenaga menarik tali untuk mengalahkan tim lawan. Wajah-wajah penuh konsentrasi terlihat ketika masing-masing tim berusaha mempertahankan keseimbangan dan kekompakan. Teman-teman yang berada di pinggir lapangan pun tak henti-hentinya memberikan semangat kepada tim yang bertanding.
Keseruan juga terlihat dalam lomba estafet. Para siswa dituntut untuk berlari cepat sekaligus bekerja sama dengan anggota tim agar pergantian dapat dilakukan dengan baik. Setiap peserta berusaha memberikan kemampuan terbaiknya. Ketegangan semakin terasa ketika para peserta memasuki tahap akhir perlombaan dan jarak antartim semakin dekat.
Sementara itu, lomba sambung gerak menghadirkan suasana yang lebih menghibur. Para siswa harus mengikuti gerakan dan menyambungkannya dengan peserta berikutnya. Berbagai gerakan lucu dan spontan membuat penonton tertawa, tetapi para peserta tetap berusaha serius menyelesaikan tantangan hingga akhir.
Tidak kalah menarik, lomba menghias kelas menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas. Setiap kelompok berusaha mempercantik ruang kelas dengan berbagai dekorasi dan ide kreatif. Kekompakan terlihat ketika para siswa berbagi tugas, mulai dari menyiapkan bahan, menghias ruangan, hingga menyelesaikan detail dekorasi.
Sementara itu, bagi para penggemar permainan digital, perlombaan Free Fire menjadi salah satu kegiatan yang turut menarik perhatian. Para peserta menunjukkan strategi, kerja sama tim, dan kemampuan mengambil keputusan dengan cepat. Meski berlangsung dalam suasana kompetitif, para siswa tetap menunjukkan antusiasme dan menikmati jalannya pertandingan.
Kepala SMP Tunas Harapan Jaya, Bapak I Wayan Adnyana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa senangnya melihat antusiasme para siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Beliau merasa senang melihat semangat dan sportivitas anak-anak didiknya,” ujar Bapak I Wayan Atnyana.
Menurutnya, kegiatan perayaan kemerdekaan seperti ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga kesempatan bagi siswa untuk belajar bekerja sama, menghargai lawan, menerima kemenangan maupun kekalahan, serta membangun rasa persaudaraan.
Semarak perayaan 17 Agustus di SMP Tunas Harapan Jaya pun menjadi pengalaman yang berkesan bagi para siswa. Tawa, sorakan, persaingan, dan kerja sama berpadu dalam suasana penuh kebersamaan. Melalui kegiatan tersebut, semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan perlombaan, tetapi juga diwujudkan melalui kebersamaan, kreativitas, dan sportivitas generasi muda.
DENPASAR — Menjelang penyelenggaraan Jambore Nasional (Jamnas) ke-13 yang dijadwalkan berlangsung tahun depan, kegiatan ekstra kurikuler Pramuka di berbagai gugus depan (gudep) berbasis sekolah mulai meningkatkan intensitas latihannya. Sekolah-sekolah tidak hanya menyiapkan fisik para siswa, tetapi juga menyeleksi calon peserta yang akan mewakili ranting dan cabang melalui penguatan materi syarat kecakapan umum (SKU) dan khusus (SKK).
Sejumlah sekolah, salah satunya SMP THJ mulai memfokuskan porsi latihan mingguan pada pembentukan kemandirian, kerja sama regu, serta kecakapan digital dan lingkungan.
Persiapan intensif ini tidak hanya menitikberatkan pada ketangkasan fisik atau teknik kepramukaan konvensional seperti pendirian tenda, pioneering, dan pemetaan. Lebih dari itu, kurikulum pembekalan di sekolah kini secara aktif memadukan kecakapan digital dan kesadaran lingkungan. para siswa dibekali literasi media agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif, mulai dari pembuatan dokumentasi kegiatan, jurnalistik sederhana, hingga etika berkomunikasi di ruang siber. Di saat yang sama, prinsip Green Scouting ditanamkan secara konsisten melalui aksi nyata, seperti pembiasaan pemilahan sampah, pengurangan plastik sekali pakai dengan membawa tumbler, serta pengelolaan limbah organik di lingkungan sekolah.
Tak kalah penting, nilai-nilai kearifan lokal Bali seperti Tri Hita Karana turut disisipkan dalam setiap aktivitas beregu. Para Penggalang dilatih untuk menjaga keharmonisan dengan sesama, alam, dan Sang Pencipta, sekaligus mempersiapkan penampilan seni budaya khas daerah yang akan dibawakan di panggung Jamnas mendatang. Simulasi Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) juga rutin digelar untuk menguji kedisiplinan, mentalitas, dan kerja sama tim dalam situasi alam terbuka.
Melalui pendekatan yang komprehensif ini, gugus depan di sekolah berharap para utusan yang terpilih tahun depan tidak hanya mahir secara teknis dan tangguh secara fisik, tetapi juga hadir sebagai pribadi yang berkarakter, berbudaya, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
SMP Tunas Harapan Jaya Lepas Dhifan Khairul Huda Menuju Jambore Nasional XII 2026
DENPASAR – SMP Tunas Harapan Jaya kembali mengukir prestasi membanggakan di bidang kepramukaan. Kepala SMP Tunas Harapan Jaya, Bapak I Wayan Adnyana, S.Pd., M.Pd., secara resmi melepas Dhifan Khairul Huda, siswa terbaik sekolah yang berhasil lolos sebagai kontingen dalam ajang bergengsi Jambore Nasional (Jamnas) XII Gerakan Pramuka 2026.
Acara pelepasan berlangsung dengan penuh khidmat di lingkungan sekolah dan didampingi langsung oleh Pembina Pramuka SMP Tunas Harapan Jaya, Nik Aryana.
Dalam sambutannya, Bapak I Wayan Adnyana menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi serta kerja keras Dhifan hingga mampu membawa nama harum sekolah di tingkat nasional.
"Keberangkatan Dhifan ke Jamnas XII adalah bukti nyata bahwa semangat, kedisiplinan, dan ketekunan tidak pernah mengkhianati hasil. Kami berharap Dhifan bisa menjaga kesehatan, membawa nama baik sekolah serta daerah, dan menyerap seluruh pengalaman berharga di sana untuk dibagikan kembali kepada teman-teman di sekolah," ujar Bapak I Wayan Adnyana.
Jambore Nasional XII tahun ini akan diselenggarakan pada 13 hingga 20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Selama sepekan, Dhifan bersama ribuan pramuka penggalang terbaik dari seluruh pelosok Indonesia akan mengikuti serangkaian agenda padat yang dirancang untuk mengasah kemandirian, kepemimpinan, dan persaudaraan.
Nik Aryana selaku pembina pramuka menegaskan bahwa seluruh persiapan teknis maupun mental Dhifan telah dimaksimalkan sebelum keberangkatan. Harapannya, partisipasi ini dapat menginspirasi seluruh anggota Gugus Depan SMP Tunas Harapan Jaya untuk terus berprestasi di masa depan.
Selamat berjuang untuk Dhifan Khairul Huda! Tunjukkan semangat juang dan jaga selalu nama baik SMP Tunas Harapan Jaya di Buperta Cibubur!
Denpasar, 2 Juni 2026 – Suasana haru dan bahagia menyelimuti keluarga besar SMP Tunas Harapan Jaya hari ini. Berdasarkan pengumuman resmi yang diterbitkan pihak sekolah pada Selasa (2/6), seluruh siswa kelas 9 yang berjumlah 97 orang dinyatakan lulus 100 persen.
Keberhasilan mutlak ini menjadi bukti nyata dari kerja keras para siswa, dedikasi tanpa batas dari dewan guru, serta dukungan penuh dari orang tua murid sepanjang tahun ajaran. Kepala Sekolah SMP Tunas Harapan Jaya, Bapak I Wayan Adnyana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat.
"Prestasi ini adalah kado terindah bagi kita semua. Lulus seratus persen bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari kegigihan anak-anak kita yang tak kenal lelah dalam belajar, serta keikhlasan para guru dalam membimbing. Kami berharap modal mental juara ini terus dibawa ke jenjang berikutnya," ujarnya dengan penuh haru.
Pihak sekolah juga menambahkan bahwa kelulusan tahun ini tidak hanya dinilai dari aspek akademik semata, tetapi juga dari pembentukan karakter dan budi pekerti luhur yang selama ini menjadi pilar utama pendidikan di SMP Tunas Harapan Jaya.
Dengan hasil gemilang ini, SMP Tunas Harapan Jaya sukses mempertahankan tradisinya sebagai salah satu sekolah unggulan yang konsisten mencetak kelulusan sempurna.
Setelah pengumuman resmi dirilis, pihak sekolah mengimbau kepada seluruh siswa untuk merayakan kelulusan ini dengan cara yang positif dan penuh rasa syukur, seperti melakukan doa bersama atau kegiatan sosial, serta menghindari aksi konvoi di jalan raya atau corat-coret seragam.
Selamat kepada seluruh siswa kelas 9 SMP Tunas Harapan Jaya! Selamat menyongsong masa depan yang lebih cerah di jenjang SMA/SMK impian
Denpasar, 2 Juni 2026 – Suasana haru dan bahagia menyelimuti keluarga besar SMP Tunas Harapan Jaya hari ini. Berdasarkan pengumuman resmi yang diterbitkan pihak sekolah pada Selasa (2/6), seluruh siswa kelas 9 yang berjumlah [Masukkan Jumlah Siswa] orang dinyatakan lulus 100 persen.
Keberhasilan mutlak ini menjadi bukti nyata dari kerja keras para siswa, dedikasi tanpa batas dari dewan guru, serta dukungan penuh dari orang tua murid sepanjang tahun ajaran.
Kepala Sekolah SMP Tunas Harapan Jaya, Bapak I Wayan Adnyana, S.Pd., M.Pd. menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat.
"Prestasi ini adalah kado terindah bagi kita semua. Lulus seratus persen bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari kegigihan anak-anak kita yang tak kenal lelah dalam belajar, serta keikhlasan para guru dalam membimbing. Kami berharap modal mental juara ini terus dibawa ke jenjang berikutnya," ujar Pak Adnyana selaku kepala sekolah memaparkan.
Pihak sekolah juga menambahkan bahwa kelulusan tahun ini tidak hanya dinilai dari aspek akademik semata, tetapi juga dari pembentukan karakter dan budi pekerti luhur yang selama ini menjadi pilar utama pendidikan di SMP Tunas Harapan Jaya.
Dengan hasil gemilang ini, SMP Tunas Harapan Jaya sukses mempertahankan tradisinya sebagai salah satu sekolah unggulan yang konsisten mencetak kelulusan sempurna.
Setelah pengumuman resmi dirilis, pihak sekolah mengimbau kepada seluruh siswa untuk merayakan kelulusan ini dengan cara yang positif dan penuh rasa syukur, seperti melakukan doa bersama atau kegiatan sosial, serta menghindari aksi konvoi di jalan raya atau corat-coret seragam.
Selamat kepada seluruh siswa kelas 9 SMP Tunas Harapan Jaya! Selamat menyongsong masa depan yang lebih cerah di jenjang SMA/SMK impian
Denpasar_Jumat, 30 Januari 2026 bertempat di Ruang Graha Sabha, Kepala SMP Tunas Harapan Jaya menggandeng orang tua/wali siswa kelas IX dalam acara Sosialisasi TKA 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai tujuan dan proses pelaksanaan TKA untuk jenjang SMP.
TKA merupakan penilaian yang berfokus pada penguasaan materi pelajaran tertentu (seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika) serta kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Berbeda dengan UN, TKA tidak menentukan kelulusan siswa, karena kelulusan sepenuhnya tetap menjadi kewenangan satuan pendidikan masing-masing.
Berdasarkan kebijakan terbaru Kemendikdasmen, tujuan utama pelaksanaan TKA adalah pemetaan mutu Pendidikan digunakan untuk memotret capaian akademik murid secara nasional guna menetapkan standar capaian yang objektif. Kedua, sebagai dasar perbaikan pembelajaran. Hasil tes menjadi data bagi guru dan sekolah untuk mengevaluasi serta memperbaiki proses belajar-mengajar agar lebih efektif. Ketiga, sebagai alat ukur potensi individu yang membantu siswa mengenali potensi, kekuatan, dan kelemahan akademik mereka sendiri tanpa tekanan kelulusan. Keempat, sebagai syarat lanjut jenjang. Hasil TKA dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pertimbangan atau syarat untuk seleksi penerimaan murid baru di jenjang SMA/SMK. Dan yang kelima, sebagai standardisasi Penilaian. Pelaksanaan TKA untuk jenjang SMP dijadwalkan berlangsung pada 6 – 16 April 2026.
Mengingat pentingnya TKA, SMP Tunas Harapan Jaya mencanangkan pengayaan literasi dan numerasi setelah jam pulang sekolah berakhir. Anjuran ini disampaikan oleh Waka Kurikulum SMP THJ Ni Luh Putu Risa Prabandari, S.Pd., M.Pd. dengan tujuan membiasakan peserta didik bernalar dan memenajemen waktu dalam menghadapi soal. Selain itu, pendampingan dari orangtua selama di rumah juga sangat penting agar waktu belajar dan istirahat terpakai secara efisien. Inilah mengapa sekolah dan orangtua wajib menjalin komunikasi dan kerjasama dalam menyukseskan pelaksanaan TKA mendatang.msd.
Denpasar_Jumat, 30 Januari 2026 bertempat di Ruang Graha Sabha, Kepala SMP Tunas Harapan Jaya menggandeng orang tua/wali siswa kelas IX dalam acara Sosialisasi TKA 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai tujuan dan proses pelaksanaan TKA untuk jenjang SMP.
TKA merupakan penilaian yang berfokus pada penguasaan materi pelajaran tertentu (seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika) serta kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Berbeda dengan UN, TKA tidak menentukan kelulusan siswa, karena kelulusan sepenuhnya tetap menjadi kewenangan satuan pendidikan masing-masing.
Berdasarkan kebijakan terbaru Kemendikdasmen, tujuan utama pelaksanaan TKA adalah pemetaan mutu Pendidikan digunakan untuk memotret capaian akademik murid secara nasional guna menetapkan standar capaian yang objektif. Kedua, sebagai dasar perbaikan pembelajaran. Hasil tes menjadi data bagi guru dan sekolah untuk mengevaluasi serta memperbaiki proses belajar-mengajar agar lebih efektif. Ketiga, sebagai alat ukur potensi individu yang membantu siswa mengenali potensi, kekuatan, dan kelemahan akademik mereka sendiri tanpa tekanan kelulusan. Keempat, sebagai syarat lanjut jenjang. Hasil TKA dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pertimbangan atau syarat untuk seleksi penerimaan murid baru di jenjang SMA/SMK. Dan yang kelima, sebagai standardisasi Penilaian. Pelaksanaan TKA untuk jenjang SMP dijadwalkan berlangsung pada 6 – 16 April 2026.
Mengingat pentingnya TKA, SMP Tunas Harapan Jaya mencanangkan pengayaan literasi dan numerasi setelah jam pulang sekolah berakhir. Anjuran ini disampaikan oleh Waka Kurikulum SMP THJ Ni Luh Putu Risa Prabandari, S.Pd., M.Pd. dengan tujuan membiasakan peserta didik bernalar dan memenajemen waktu dalam menghadapi soal. Selain itu, pendampingan dari orangtua selama di rumah juga sangat penting agar waktu belajar dan istirahat terpakai secara efisien. Inilah mengapa sekolah dan orangtua wajib menjalin komunikasi dan kerjasama dalam menyukseskan pelaksanaan TKA mendatang.msd.
Denpasar_ Suasana penuh kegembiraan, SMP Tunas Harapan Jaya sukses menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 dengan tema "Kristal" yang berlangsung meriah dari tanggal 24 hingga puncak acara pada tanggal 28. Acara ini dihadiri oleh seluruh siswa, guru, staf sekolah, serta tamu undangan dari Dinas Kependidikan Kota Denpasar, dan tak ketinggalan partisipasi aktif dari masyarakat sekitar.
Perayaan yang dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan Kota Denpasar, pengawas sekolah, serta sejumlah tamu undangan lainnya ini, menjadi momen bersejarah bagi sekolah yang terus berkomitmen dalam memberikan pendidikan berkualitas. Dengan tema ‘Kristal di Usia ke-15’, acara ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam dunia pendidikan.
Rangkaian kegiatan yang memeriahkan HUT meliputi berbagai lomba yang sportif dan kreatif, seperti lomba basket yang menguji ketangkasan, cheers yang memukau dengan koreografi energik, raja bola yang mengasah kemampuan sepak bola, serta pemilihan putra putri SMP Tunas Harapan Jaya tahun 2025 yang menampilkan bakat dan kepribadian siswa-siswi terbaik.
Kepala Smp Tunas Harapan Jaya menyampaikan sukacitanya pada wawancara dengan tim jurnalistik "sangat senang dan bahagia karena perayaan berjalan lancar dan hikmat,disamping itu solidaritas antar keluarga besar Smp Tunas Harapan Jaya terjalin dengan erat"
Ekstrakurikuler teater sekolah juga turut menyumbangkan penampilan spesial yang menghibur dan memukau para penonton. Tak hanya itu, bazar UMKM yang menampilkan produk-produk unggulan dari usaha mikro, kecil, dan menengah, serta bazar sembako murah yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, menjadi daya tarik tambahan yang memberikan manfaat langsung bagi orang tua siswa dan warga sekitar.
Perayaan HUT ke-15 ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi antar warga sekolah, menjalin hubungan yang harmonis dengan Dinas Kependidikan, serta meningkatkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. Dengan tema "Kristal", diharapkan SMP Tunas Harapan Jaya semakin bersinar dan memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan di Kota Denpasar.
GV_SY
DENPASAR – SMP Tunas Harapan Jaya (THJ) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang utuh, adaptif, dan berkarakter kuat melalui implementasi program Kokurikuler Lintas Mata Pelajaran Berjenjang. Program ini merupakan terobosan yang dirancang spesifik per jenjang kelas, mengubah pembelajaran dari sekadar transfer pengetahuan menjadi sebuah proyek pengalaman nyata yang kontekstual dan bermakna.
Kepala Sekolah, Bapak I Wayan Adnyana S.Pd M.Pd, menyatakan, "Visi kami bukan hanya kecerdasan akademik, tetapi juga kesiapan karakter siswa menghadapi tantangan era 5.0. Program integrasi lintas mata pelajaran ini adalah jantung dari upaya kami melatih siswa berpikir holistik, kolaboratif, dan memiliki kepekaan sosial tinggi, sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka."
Program Kokurikuler di SMP THJ dirancang sebagai jembatan yang menghubungkan teori di kelas dengan praktik di kehidupan sehari-hari. Setiap proyek mengintegrasikan hingga enam mata pelajaran sekaligus, memastikan setiap siswa memiliki pengalaman belajar yang mendalam (deep learning) dan memiliki peran aktif (student agency).
Rincian Proyek Kokurikuler Berjenjang untuk kelas VII dengan tajuk LENTERA (Langkah Edukasi Penerapan Tema Modern Kita). Fokus Karakter Keimanan, Penalaran Kritis, dan Komunikasi.Integrasi Mapel, IPA, Bahasa Bali, PPKn, Agama, dan Bahasa Indonesia. Konsep Utama Membangun pondasi karakter spiritual dan literasi digital sejak dini. Siswa tidak hanya tahu apa itu isu modern (seperti hoaks, cyberbullying), tetapi juga memahami mengapa itu salah (sudut pandang Agama dan PPKn) dan bagaimana dampak nyatanya (sudut pandang IPA). Aksi Nyata & Output Menganalisis isu sosial atau hoaks, meriset dampak psikologis/sosial, kemudian mengemas hasil riset menjadi materi edukasi Dwi-bahasa (Indonesia-Bali). Output dapat berupa: Drama Singkat, Komik Strip Edukasi Digital, atau Podcast.
Rincian proyek kelas VIII bertajuk RASA (Rancangan Aksi Sehat dan Alami) dengan Fokus Karakter Kesehatan, Kemandirian, dan Literasi Data (Numerasi). Integrasi Mapel IPA, Matematika, Informatika, Bahasa Inggris, dan IPS. Konsep Utamanya menumbuhkan kesadaran diri akan kesehatan melalui pendekatan berbasis data dan teknologi dimana siswa belajar bahwa gaya hidup sehat dapat diukur dan dikelola.
Sedangkan proyek kelas IX bertajuk Galon FUEGO (Galon Fungsional, Estetik dan Go Green) dengan fokus Karakter kreativitas, Kolaborasi, Kewargaan (Peduli Lingkungan), dan Jiwa Entrepreneurship. Integrasi Mapel IPA, Matematika, PJOK, Seni Budaya, Bahasa Indonesia, dan BK (Bimbingan Konseling). Konsep Utama Proyek kelulusan yang berfokus pada ekonomi kreatif dan tanggung jawab lingkungan (Green Economy). Siswa mempraktikkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) menjadi produk yang bernilai guna dan jual.
Setiap sekolah memiliki program andalannya masing-masing, salah satunya adalah program Jumat Sehat di SMP Tunas Harapan Jaya. Program ini tidak semata-mata diciptakan untuk sekadar ajang, tetapi menyediakan ruang khusus bagi siswa untuk berbagi dan memupuk rasa kekeluargaan.
Program rutin Jumat Sehat memadukan senam dan Makan Sehat Bersama (MSB) sebagai upaya menjaga kebugaran fisik sekaligus menanamkan nilai sosial. Diawali dengan senam ceria yang diikuti seluruh warga sekolah untuk melatih otot dan meningkatkan keakraban, acara dilanjutkan dengan sesi makan sehat bersama. Di sini, siswa diajak berbagi bekal makanan bergizi dari rumah, menekankan bahwa makan sehat juga mengajarkan indahnya berbagi dan pentingnya kepedulian sosial. Momen makan bersama ini, yang menciptakan suasana hangat dan ikatan emosional layaknya sebuah keluarga besar, juga diakui sebagai pengganti waktu kebersamaan di rumah yang berkurang. Kepala Sekolah, Bapak/Ibu .Bapak I Wayan Adnyana, S.Pd., M. Pd , berharap program Jumat Sehat ini dapat membentuk karakter siswa seutuhnya, mengajarkan disiplin, empati, dan rasa syukur secara menyenangkan dan bermakna.
Lewat Jumat Sehat ini pihak sekolah mengharapkan adanya peningkatan rasa kebersamaan dan suasana penuh tawa. Hal ini akan menjadi pondasi kuat untuk membentuk kepribadian yang sehat dan cerdas. Jadi, program ini tentunya lebih dari sekadar agenda olahraga dan sarapan bersama, tetapi menjadi ruang untuk membangun silaturahmi, menjaga kesehatan, dan merajut persaudaraan yang semakin erat.”
Denpasar,
6 Agustus 2025 — Penutupan permanen Tempat Pembuangan Akhir
(TPA) Suwung menjadi peringatan keras bagi seluruh masyarakat Bali, terutama
lembaga pendidikan, untuk lebih serius dalam pengelolaan sampah. Dalam situasi
darurat lingkungan ini, Kepala SMP Tunas Harapan Jaya, I Wayan Adnyana, S.Pd.,
M.Pd., mengajak seluruh siswa dan warga sekolah untuk melakukan langkah nyata:
meminimalisir penggunaan plastik serta membangun teba
modern sebagai solusi berkelanjutan.
Dalam pernyataannya,
I Wayan Adnyana menekankan bahwa sekolah harus menjadi agen perubahan.
"Kami tidak bisa tinggal diam. Penutupan TPA Suwung adalah sinyal bahwa
setiap sekolah wajib punya sistem pengelolaan sampah sendiri. Kami memulai
dengan mengelola sampah organik dan anorganik sebagai proyek unggulan
sekolah," ujarnya saat ditemui di sela kegiatan pelatihan pengelolaan
sampah yang digelar di sekolahnya.
Proyek pengelolaan
sampah ini tidak sekadar kegiatan teknis, tetapi juga bagian dari pendidikan
karakter dan keberlanjutan lingkungan. Siswa diajak memilah sampah sejak dari
kelas, memanfaatkan limbah organik untuk kompos, dan mengolah sampah anorganik
menjadi kerajinan atau barang bernilai guna. Lebih dari itu, upaya ini menjadi
bagian dari program zero waste school yang tengah
dikembangkan sekolah.
I Wayan Adnyana juga
menyoroti pentingnya kesadaran akan bahaya plastik sekali pakai. Menurutnya,
mengurangi konsumsi plastik adalah bentuk tanggung jawab generasi muda terhadap
bumi yang diwariskan kepada mereka. "Bukan hanya soal kebersihan, ini soal
masa depan. Kita tidak bisa mencetak siswa cerdas tanpa menumbuhkan kesadaran
ekologis," tambahnya.
SMP Tunas Harapan
Jaya kini sedang merancang teba modern — area pengolahan
sampah yang tidak hanya bersih dan tertata, tetapi juga menjadi laboratorium
edukatif bagi siswa dalam memahami ekosistem sampah, daur ulang, dan konservasi
lingkungan.
Langkah ini
diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Bali untuk tidak bergantung
pada TPA, melainkan mengembangkan sistem mandiri yang mendidik, berdaya guna,
dan ramah lingkungan. Karena dari sekolah, perubahan besar bisa dimulai.
Dengan segala hormat, keputusan SMP Tunas Harapan Jaya terkait kelulusan siswa kelas IX Tahun Ajaran 2024/2025 dapat dilihat melalui link surat yang terlampir. Terima Kasih.
https://drive.google.com/file/d/1wcJw1-4WEwFciKezEC_jHv-p7hZSWgzM/view?usp=drive_link
Pemerintah dan
berbagai lembaga pendidikan di Indonesia semakin serius mempersiapkan generasi
emas untuk tahun 2045, sejalan dengan visi Indonesia Emas. Berbagai program dan
kebijakan telah diluncurkan guna meningkatkan kualitas pendidikan, dengan fokus
pada pengembangan karakter, keterampilan abad ke-21, dan pemanfaatan teknologi
digital.
Dalam upaya
mendukung visi Indonesia Emas 2045, Kepala SMP Tunas Harapan Jaya, I Wayan
Adnyana, S.Pd., M.Pd. memimpin berbagai inisiatif strategis untuk mempersiapkan
siswa menjadi generasi unggul yang mampu bersaing di era global. Fokus utama
sekolah adalah menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, berbudaya, dan
berbasis teknologi. "Kami tidak hanya mendidik siswa untuk cerdas secara
akademik, tetapi juga membentuk karakter mereka agar memiliki integritas,
kreativitas, dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Inilah yang akan menjadi
fondasi generasi emas 2045," ujar Pak Wayan dalam wawancara khusus, Kamis
5 Desember pagi.
Untuk menyiasati
tuntutan tersebut, SMP Tunas Harapan Jaya telah meluncurkan beberapa program unggulan, di
antaranya digital learning di mana sekolah ini telah membangun pusat
pembelajaran berbasis teknologi, lengkap dengan fasilitas internet berkecepatan
tinggi, laboratorium komputer, dan LCD di tiap kelas. Seluruh siswa dan guru
kini terintegrasi dalam sistem pembelajaran berbasis aplikasi digital,
memungkinkan interaksi belajar-mengajar yang lebih efektif dan interaktif.
Kedua, program pendidikan karakter, melalui kurikulum Merdeka yang telah
berjalan, sekolah sudah melaksanakan proyek penguatan profil pelajar Pancasila
(P5). Melalui P5 ini, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan karakter Beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berakhlak mulia, Berkebhinekaan global,
Gotong royong, Mandiri, Bernalar kritis, dan Kreatif.
Kepala SMP Tunas
Harapan Jaya berpesan kepada seluruh generasi muda di Indonesia khususnya
peserta didik SMP Tunas Harapan Jaya agar mengembangkan empat aspek
keterampilan yang wajib dikuasai saat ini. Pertama, siswa wajib mengembangkan karakter. Karakter adalah pilar
utama yang harus dibangun sejak dini. Siswa yang berkarakter adalah siswa yang
memiliki integritas, tanggung jawab, dan empati terhadap sesama. Sekolah bukan
hanya tempat untuk mencari ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat untuk menempa
kepribadian yang luhur. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menjadikan
lingkungan sekolah ini sebagai wadah yang mendukung pembentukan karakter mulia.
Kedua, menjadikan membaca sebagai
budaya. Membaca
adalah jendela dunia. Dengan membaca, kita dapat memahami kehidupan, memperluas
wawasan, dan mengembangkan imajinasi. Saya berharap para siswa dapat menjadikan
membaca sebagai kebiasaan harian, bukan hanya untuk memenuhi tugas, tetapi juga
sebagai kebutuhan. "Kepada bapak/ibu guru, mari kita ciptakan
program-program inovatif yang mampu mendorong siswa untuk gemar membaca. Kepada
para orang tua, mari kita dukung anak-anak kita dengan menyediakan akses buku
yang bermanfaat di rumah."
Ketiga, mengembangkan passion
yang dimiliki.
"Setiap siswa memiliki bakat dan minat yang berbeda. Tugas kita adalah
membantu mereka menemukan apa yang menjadi passion mereka, mendukung,
dan mengasah kemampuan tersebut.
Ucap
Pak Adnyana. Siswa tidak boleh takut mencoba hal-hal baru dan terus belajar
dari pengalaman. Dunia ini membutuhkan individu yang kreatif dan inovatif dalam
berbagai bidang.
Keempat, penguasaan teknologi. Di era digital ini, teknologi
bukan lagi sebuah pilihan, tetapi keharusan. Penguasaan teknologi akan membuka
banyak peluang dan mempermudah proses belajar. Namun, teknologi harus digunakan
secara bijak dan bertanggung jawab. Jangan biarkan teknologi menguasai kita,
tetapi jadikanlah sebagai alat untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Untuk
mewujudkan semua itu, perlu sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Mari kita bergandengan tangan menciptakan lingkungan yang mendukung
pengembangan karakter, budaya membaca, pengembangan passion, dan penguasaan
teknologi bagi anak-anak kita. "Dengan itu, saya yakin kita dapat
membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat
secara moral, kreatif, dan tanggap terhadap perkembangan zaman."
Selain itu, kurikulum pendidikan juga telah
disesuaikan dengan kebutuhan masa depan. Mata pelajaran seperti kecerdasan
buatan (AI), coding, dan kewirausahaan kini mulai diperkenalkan di tingkat
sekolah dasar dan menengah. Ini bertujuan untuk membekali siswa dengan
keterampilan yang relevan di era digital. Langkah-langkah ini diharapkan dapat
membawa Indonesia memiliki generasi muda yang kompetitif, berkarakter, dan
mampu membawa bangsa ini menuju kejayaan di usia ke-100 kemerdekaan pada tahun
2045. Dengan kolaborasi dari seluruh pihak, visi Indonesia Emas bukan hanya
sekadar impian, tetapi tujuan yang dapat tercapai.
Dalam
sambutannya, Bapak I Wayan Adnyana menekankan pentingnya peran guru dalam
membangun generasi bangsa yang unggul. “Guru tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga
membentuk karakter generasi muda. Belum
lagi dengan pendidikan inklusif yang kini menjadi perhatian penting di jenjang
Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pendidikan inklusif hadir sebagai langkah
konkret mewujudkan sistem pendidikan yang ramah dan inklusif bagi semua anak
Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen)
terus memperluas akses dan fasilitas untuk memastikan setiap anak, termasuk
anak berkebutuhan khusus, mendapatkan hak belajar yang setara. Di sinilah peran guru sebagai kunci peningkatan
kualitas sumber daya manusia yang menjadi pilar kemajuan bangsa,” ujarnya di
hadapan guru dan siswa.
Melalui pidatonya, kepala SMP THJ menyampaikan
beberapa kebijakan Menteri Pendidikan Adbul Mu’ti terkait peningkatan kualitas guru, di antaranya pemenuhan
kualifikasi guru, pelatihan bimbingan konseling, dan langkah nyata untuk
memperbaiki kesejahteraan guru.
Kolaborasi untuk menangani kekerasan dalam pendidikan
pemerintah akan menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama
dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menyelesaikan kasus kekerasan
di dunia pendidikan secara kekeluargaan, guna menciptakan lingkungan belajar
yang aman dan nyaman.
Pengangkatan guru honorer sebagai ASN
Kemendikdasmen akan memprioritaskan pengangkatan guru honorer menjadi Aparatur
Sipil Negara (ASN) melalui seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
(ASN PPPK), memberikan kepastian status dan peningkatan kesejahteraan bagi para
guru honorer. Dalam pidato tersebut, Abdul Mu'ti juga mengajak semua pihak
untuk menunjukkan penghormatan kepada para guru sebagai wujud apresiasi atas
pengabdian mereka. “Mari kita senantiasa bersikap sopan, hormat, dan
menunjukkan semangat belajar yang tinggi sebagai bentuk penghargaan kepada
guru,” pesan beliau yang disampaikan oleh Kepala SMP Tunas Harapan Jaya.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, Pak Adnyana
(sapaannya) mengingatkan pentingnya dedikasi guru di tengah
tantangan era Society 5.0, peralihan ke kurikulum berbasis deep learning, dan penerapan
pendidikan inklusif di Indonesia. “Sebagai pendidik, kita memiliki tanggung
jawab besar untuk tidak hanya mengajar, tetapi juga mempersiapkan generasi muda
yang siap bersaing di masa depan. Meskipun tantangan terus berkembang, dedikasi
kita adalah kunci untuk menghadapi perubahan,” ujar beliau di hadapan guru dan
peserta didik.
Era
Society 5.0, yang mengintegrasikan teknologi maju ke dalam berbagai aspek
kehidupan, menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Guru dituntut
untuk menguasai teknologi dan mampu mengintegrasikannya dalam pembelajaran.
“Teknologi adalah alat, bukan pengganti. Kreativitas dan empati guru tetap
menjadi kekuatan utama,” tambah Pak Adnyana. Sedangkan untuk komitmen terhadap pendidikan inklusif, Bapak I
Wayan Adnyana mengingatkan kembali bahwa semua siswa, termasuk mereka yang
berkebutuhan khusus, memiliki hak yang sama untuk belajar. “Inklusi bukan hanya
soal menerima, tetapi tentang menciptakan lingkungan di mana setiap anak merasa
didukung dan dihargai. Ini membutuhkan hati yang besar dari setiap guru,”
ucapnya.
Pada puncak perayaan ini, tidak lupa Pak Adnyana mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh guru di lingkungan SMP Tunas
Harapan Jaya atas dedikasi, kesabaran, dan pengabdian luar biasa dalam mendidik
dan membimbing peserta didik. Beliau berharap agar para guru selalu diberikan
kesehatan, kebahagiaan, dan semangat untuk terus menginspirasi. Di samping itu
juga beliau selalu menyemangati seluruh guru untuk semakin maju dalam mencetak
generasi yang berkarakter, cerdas, dan berprestasi. Dan terpenting tetap
menjaga solidaritas antarguru, siswa, dan seluruh warga sekolah semakin
harmonis, penuh rasa hormat, dan kasih sayang. Semoga semangat membangun bangsa
melalui pendidikan terus tumbuh, seiring dengan berkembangnya visi SMP Tunas
Harapan Jaya.
Dengan segala hormat, keputusan SMP Tunas Harapan Jaya terkait kelulusan siswa kelas IX Tahun Ajaran 2023/2024 dapat dilihat melalui link surat yang terlampir. Terima Kasih.
https://drive.google.com/file/d/1Gbh2NmRZ8mIxB8FWWUahEOGrlX54cqK7/view?usp=drive_link
Sekolah Menengah Pertama Berbudaya Mutu adalah sekolah menengah pertama yang memberikan layanan prima yang merefleksikan budaya mutu. Penjaminan Mutu Sekolah Menengah Pertama tercermin pada komponen-komponen: (1) pembelajaran dan ekstrakurikuler yang efektif dalam pembentukkan karakter peserta didik, (2) kepemimpinan visioner dan manajemen berbasis sekolah termasuk didalamnya sekolah bersih dan sehat (3) pengelolaan perpustakaan mendukung keefektifan pembelajaran dan menumbuhkembangkan budaya baca warga sekolah, dan (4) lingkungan sekolah yang merefleksikan kondisi bersih, rapih, dan sehat.
Om Swastyastu,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
dan salam sejahtera untuk kita semua.
Namo buddhaya,
Salam kebajikan,
Rahayu
Salam Bahagia Ibu dan Bapak Guru Hebat
Segala puji dan rasa syukur kehadirat Ida Sang Hyang Widi Wasa/Tuhan
yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga
website ini dapat diresmikan dan dapat memberikan manfaat bagi semua
warga sekolah dan masyarakat.
Tuntutan perubahan zaman terhadap mutu pelayanan pendidikan dari waktu
ke waktu semakin meningkat. Seiring dengan perkembangan ilmu dan
teknologi yang semakin pesat, maka lembaga Pendidikan dalam berbagai
tingkat dan jenjang pendidikan tidak lagi dapat berpangku tangan untuk
melestarikan kemampuan budaya dan performen suatu sekolah, namun harus
gigih melakukan inovasi perubahan dalam berbagai aspek agar tidak
ditinggalkan oleh masyarakat.
Menyadari hal tersebut, sekolah sebagai agen perubahan di masyarakat
harus senantiasa melakukan perubahan sesuai dengan derap dinamika
perkembangan masyarakat dalam perkembangan IPTEK.Teknologi Informasi
berbasis komputer adalah salah satu media yang cukup efektif dalam
mengelola sistem informasi akademik sekolah. Penggunaan internet dewasa
ini juga mulai meningkat di kalangan pendidikan, penggunaan ini tidak
hanya sekedar mencari informasi di Internet saja, tetapi juga sudah
menerapkan teknologi internet ini sebagai media publikasi sekolah dalam
meningkatkan mutu dan kualitas sekolah.
Dalam website ini terdapat sistem yang memungkinkan pengawasan nilai
siswa sebagai bahan evaluasi yang dapat dipantau oleh orang tua/wali
diberbagai tempat yang pengolahannya dapat dilakukan secara online.
Selain itu juga berbagai informasi sekolah yang menjadi daya tarik
masyarakat dalam memandang citra sekolah.
Pembuatan website sekolah menjadi salah satu pilihan ketika masyarakat
juga mulai terbiasa dengan memanfaatkan teknologi berbasis internet.
Untuk itu, sudah selayaknya lembaga pendidikan memiliki website sebagai
sarana komunikasi antara guru, siswa dan wali murid. Di samping itu,
Website sekolah juga bisa menjadi pusat informasi bagi pengunjung dan
mereka yang ingin melanjutkan jenjang pendidikannya lebih tinggi.
Terimakasih
Om Santih, Santih, Santih Om
Kepala SMP Tunas Harapan Jaya
I Wayan Adnyana, S.Pd.,M.Pd
Om Swastyastu,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
dan salam sejahtera untuk kita semua.
Namo buddhaya,
Salam kebajikan,
Rahayu
Pendidikan menjadi hal konkret yang harus dimiliki
oleh setiap generasi muda. Yayasan El-samaritan menjadi salah satu
yayasan yang mendukung perkembangan pendidikan di Indonesia. Ini sudah
sesuai dengan cita-cita dari pendiri yayasan agar mampu berperan penting
dalam perjalanan pendidikan di Indonesia.
Tidak disangka sudah 12 tahun SMP Tunas Harapan Jaya berdiri, banyak
suka duka yang sudah kami alami. Saya sendiri yang bukan berasal dari
sekolah keguruan menjadi tantangan yang luar biasa dalam perjalanan
sekolah ini. Memang bukan hal yang mudah mempelajari hal baru, tapi
inilah tantangan hidup. Kita harus memilih menjadi apapun yang kita mau.
Beruntung keluarga sangat mendukung dalam pengembangannya.
Dalam perjalanan yang masih panjang ini, karena sekolah kita masih muda,
banyak hal yang harus berubah dan berkembang. Mulai dari sistem
pendidikan itu sendiri hingga perkembangan teknologi yang harus terus
digalakan. Memasuki era digitalisasi memang membuat kita harus mengejar
banyak hal, namun dengan ini kita juga mulai lebih berkembang lebih
baik. Dengan kerja sama antar pendidik dan meningkatnya peran teknologi,
diharapkan peran sekolah dalan dunia pendidikan menjadi lebih besar
lagi, mulai banyak lagi prestasinya.
Selain menggunakan teknologi, diharapkan kita semua tetap membaca secara
konvensional. Setiap individu harus tetap memiliki skill, sehingga jika
keluar dari SMP Tunas Harapan Jaya, kita memiliki banyak pilihan. Maka
hidup kita akan lebih terjamin.
Akhir kata, jangan pernah berhenti berkembang. Pupuk rasa ingin tahu dan tetap semangat dalam mengejar cita-cita.
Terima Kasih
Dewi Saraswati Elpi, S.H